Cara Menghemat Toner Printer Dalam 5 Menit

Langkah Mudah Untuk Segera Menghemat Pemakaian Toner Printer Perusahaan

Mungkin Anda belum tahu bahwa biaya cetak di kantor meningkat 20-40% per tahun? Dan salah satu penyebabnya adalah pemborosan dalam urusan cetak mencetak.

Di artikel sebelumnya juga kita sudah sampaikan bahwa pengeluaran untuk mencetak dokumen bisa mencapai 3% omset tahunan perusahaan.

Pemakaian toner printer yang boros tidak bisa dianggap remeh karena harga cartridge printer asli original semakin lama semakin mahal.

Padahal hanya dengan beberapa langkah yang bisa dikerjakan dalam 5 menit, Anda bisa menghemat toner printer kantor Anda.

1. Gunakan Mode Toner Saver

Setiap printer pasti punya mode untuk lebih menghemat pemakaian tinta. Bisa dinamakan Toner Saver, Toner Saving, Toner Save, atau Economy Mode, ataupun nama lainnya.

Selalu gunakan mode ini untuk lebih menghemat toner printer. Fungsi dari fitur ini adalah menggunakan toner yang lebih sedikit untuk cetak dokumen Anda.

Dalam satu kali klik, Anda sudah menghemat sampai 50% penggunaan toner printer!

2. Cetak Dokumen Menggunakan Mode Draft

Bisa jadi printer Anda tidak mempunyai mode Toner Saver, maka itu solusi berikutnya adalah gunakan mode draft untuk menghemat toner printer ketika mencetak dokumen.

Berbeda dengan mode Toner Saver, mode draft biasanya akan menggunakan toner printer yang lebih sedikit dikarenakan warna dokumen yang akan dibuat lebih pucat oleh software printer.

Masalahnya, beberapa tulisan yang sebelumnya memang sudah pucat, bisa semakin pucat atau bahkan hilang pada hasil cetak.

Jadi gunakanlah mode draft pada dokumen-dokumen yang memang mempunyai ketebalan warna yang konsisten padat sehingga tidak hilang ketika dipucatkan.

3. Beli Cartridge Toner Printer di Tempat Terpercaya

Banyak toko yang menjual cartridge toner merk asli original HP atau Epson. Tapi Anda pasti tahu harga cartridge printer asli original itu mahal.

Untungnya cartridge toner itu bisa diisi ulang. Berbekal cartridge printer original, Anda bisa membawa ke tempat pengisian ulang untuk diisi tinta kembali (umumnya disebut sebagai cartridge remanufaktur).

Cuma masalahnya, bagaimana Anda tahu berapa banyak jumlah toner yang diisi kembali? Apakah sesuai dengan klaim? Karena praktik ini bukan tidak lazim.

Banyak toko yang menjual cartridge printer original remanufaktur dengan harga murah agar bisa ‘bersaing’ tetapi mengorbankan kualitas dan juga kuantitas toner.

Sehingga ada baiknya Anda membeli cartridge toner di tempat terpercaya agar terhindar dari masalah-masalah di kemudian harinya.

Karena dengan berbagai masalah tersebut, tidak hanya Anda gagal menghemat toner printer, tapi beresiko merusak laser printer juga.

Sebagai alternatif, Anda bisa membeli tinta toner cartridge compatible supaya beban biaya lebih murah.

4. Goyangkan Cartridge Printer Ketika Status Sudah Low Toner

Walaupun printer sudah mengeluarkan peringatan Low Toner tapi sebenarnya toner masih ada. Salah satu cara untuk mengembalikan sedikit toner printer yang masih tersisa adalah dengan cara menggoyangkan cartridge printer.

Alasannya karena sering kali toner printer menempel pada dinding-dinding tempat penyimpanan toner. Butuh sedikit guncangan agar serbuk toner bisa copot dari dinding tersebut dan bisa digunakan kembali.

Biasanya, menurut ISO (International Organization for Standardization) dan IEC (International Electrotechnical Commission) yang juga mempunyai divisi untuk menstandarisasi jumlah page yield sebuah cartridge printer, teknik guncangan pada cartridge hanya bisa dilakukan 2 kali.

Sehingga jika cartridge toner sudah diguncang 2 kali tapi tetap hasil cetak masih bergaris, berarti sudah saatnya mengganti toner printer.

 

5. Jangan Lupa Untuk Kalibrasi

Kalibrasi itu bukan hanya sekedar melakukan tes print ulang. Kalibrasi sangat penting untuk menghemat toner printer.

Berbeda dengan printer rumahan yang menggunakan tinta, kalibrasi dilakukan untuk mensetel ulang posisi head printer agar hasil cetak tidak miring atau warna tidak stabil.

Laser printing menggunakan bubuk toner yang diberi aliran listrik statis yang kemudian ditempelkan pada kertas. Kondisi toner printer menjelang penghabisan pada cartridge, mengalami penurunan density.

Ini membuat bubuk toner membutuhkan tegangan listrik statis yang lebih banyak dibanding waktu baru dipakai. Kalibrasi dilakukan agar mesin laser printer kembali mengukur ulang tegangan yang dibutuhkan agar toner printer bisa menempel pada roller.

Penutup

Sudah kami bagikan 5 cara untuk menghemat toner printer. Semoga dengan informasi ini, Anda bisa lebih menghemat penggunaan toner yang tentunya berdampak pada penghematan beban biaya cetak dokumen.

Kirimkan artikel ini kepada staff dan asisten Anda untuk kemudian diteruskan ke orang-orang yang paling banyak mencetak dokumen, supaya mereka juga ikut menghemat pemakaian toner.

One thought on “Cara Menghemat Toner Printer Dalam 5 Menit

  1. Pingback: Jenis-Jenis Kertas Untuk Laser Printer & Inkjet, Panduan 5 Menit - Indocart

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat