3 Biaya Siluman Yang Sembunyi Di Balik Printer

beli printer itu hanyalah the tip of the iceberg dari biaya lainnya yang tersembunyi seperti siluman

Buat urusan cetak dokumen jadi mahal. Biaya terbesar bukan waktu beli mesin printer dan tinta toner.

Printer adalah kebutuhan di kantor, dan hampir semua kantor pasti punya printer walaupun itu belum tentu printer laser. Umumnya Anda berpikir biaya paling besar adalah membeli printer.

Sisanya hanya membeli consumables, yang ternyata tidak murah juga setelah dihitung-hitung.

Sudahkah Anda menghitung biaya Cost to Print? Download kalkulator gratis!

Cuma ini hanya masalah yang muncul di permukaan. Ketika kita menghitung biaya, tidak hanya nilai rupiah yang kita hitung tapi juga nilai tersembunyi seperti waktu yang terbuang.

1. Service

Namanya mesin pasti suatu hari akan mengalami masalah. Entah itu di bagian kelistrikan ataupun mekanikal. Tentu ada orang yang sanggup memperbaiki masalah teknis ini.

Pilihannya apakah Anda menggunakan jasa servis printer tiap bulan? Atau per kedatangan? Atau bahkan Anda mempunyai seorang teknisi in-house yang bekerja di dalam perusahaan untuk mereparasi masalah-masalah yang muncul pada printer?

Ini semua membawa ongkos tambahan untuk perusahaan. Jika teknisi in-house Anda digaji per bulan, maka tanpa ada yang perlu diperbaiki, ia banyak menganggur.

Servis pun menjadi lebih susah jika printer yang Anda punya adalah model lama dan sparepart printer sudah tidak diproduksi. Lebih baik beli printer yang baru.

2. Burden Rates

Ketika printer tidak bisa digunakan saja berarti dokumen yang ingin dicetak akan dilempar ke printer berikutnya. Itu pun kalau ada printer cadangan. Kalau tidak, akhirnya harus menunggu satu printer dibereskan dulu.

Masalah-masalah mudah seperti kertas nyangkut, hasil printer bergaris, mengganti toner, masalah konektivitas antara printer dengan jaringan kantor, bisa memakan waktu yang banyak dalam penyelesaiannya.

Seringkali kantor tidak mempunyai staff khusus IT yang bisa menangani sehingga harus menunggu, atau meminta tolong seorang staff yang mengerti soal teknis dan jaringan.

Staff tersebut sebenarnya juga punya pekerjaan lain yang perlu diselesaikan, maka untuk menangani kasus printer, ia tinggalkan dulu pekerjaannya untuk membenarkan tugas ini.

3. Life Cycle

Faktor terakhir adalah masa pakai printer Anda. Biasanya setiap pabrikan printer akan memberitahu berapa lembar printer ini bisa mencetak. Setelah itu Anda tinggal menghitung berapa banyak kira-kira Anda memakai printer ini selama satu bulan.

Dari sana akan terhitung dalam beberapa tahun printer ini akan menjadi rongsok dan tidak bisa dipakai lagi.

Tidak hanya itu, perkembangan teknologi yang pesat juga akan membuat printer cepat sekali berevolusi. Fitur unggulan yang biasa sering mendapat upgrade adalah kecepatan cetak, hemat tinta (output sama, kualitas lebih tinggi), dan hemat listrik khususnya bagi printer yang menggunakan tinta toner.

Penutup

Untuk mengetahui berapa banyak yang Anda hemat, tentu Anda harus tahu dulu seberapa besar biaya yang Anda keluarkan hanya untuk mengurusi masalah cetak dokumen.

Kami berikan Anda metode untuk menghitung secara otomatis dengan kalkulator Cost to Print yang bisa Anda download dengan menekan tautan ini.

Lalu Anda bisa menggunakan sistem solusi MPS (Managed Print Service). Sebuah program yang ditawarkan perusahaan printer untuk mengelola seluruh kebutuhan printer Anda.

Dengan program MPS, Anda tinggal membayar fixed cost (biaya tetap) tiap bulannya. Sehingga tidak perlu lagi memikirkan masalah biaya siluman yang dijabarkan di halaman ini.

Ada masalah, tinggal telpon dan pihak pengelola langsung mendatangkan orangnya di HARI YANG SAMA untuk membantu Anda menyelesaikan masalah. Untuk fitur dan benefit lainnya (masih banyak!), Anda bisa klik di tautan ini.

Semoga artikel ini bisa membantu Anda lebih memperhatikan biaya-biaya tambahan agar tidak kebingungan kemana anggaran kantor dihabiskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat